6 Fakta Menarik Desain Arsitektural Masjid Raya Al Mashun

Masjid Raya Al Mashun

Desain arsitektural Masjid Raya Al Mashun yang penuh sejarah panjang menadikan bangunan ini salah satu icon Kota Medan, merupakan masjid yang dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada 10 September 1909 (25 Sya’ban 1329 H). Penyelesaian pembangunan Masjid ditandai dengan pelaksanaan shalat Jumat pertama di Masjid Raya Al Mashun. Awalnya masjid ini satu komplek dengan kawasan Istana Maimun.

Gaya bangunan arsitektur Masjid Raya Al Mashun menggabungkan unsur-unsur dari berbagai Negara dan kebudayaan seperti India, Timur Tengah dan Spanyol.

Arsitektur Masjid Raya Al Mashun

Awalnya Masjid Raya Al Mashun dirancang oleh arsitek Belanda Theodoor van Erp yang juga merupakan perancang Istana Maimoon.Pembangunan Masjid kemudian diserahkan kepada JA Tingdeman. Konstruksi pembangunan Masjid membutuhkan bahan-bahan yang di impor dari berbagai negara berbeda seperti: marmer dari Italia, Jerman dan Cina dan kaca patri dari lampu gantung yang diimpor dari Perancis.

Arsitek JA Tingdeman mendesain dengan bentuk segi delapan simetris dengan menggabungkan elemen Maroko, Eropa dan Timur Tengah. Teras atap berwarna hitam dan berkubah tinggi dibangun di keempat sudut masjid dan menyelesaikan kubah utama dari bangunan utama dari atap masjid. Masing-masing teras dilengkapi dengan pintu masuk utama dan tangga antara tanah utama dari halaman masjid tinggi kecuali membangun teras di sisi mihrab.

Masjid ini dibangun dengan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu ruangan utama, ruang wudhu, gerbang masuk dan menara. Ornamen ornament Masjid baik pada bagian dinding, pilar, langit-langit, lengkungan dan bagian permukaan kaya akan ornamen hiasan bungan dan tanaman.

Pada bagian gang-gang Masjid memiliki deretan jendela berbentuk lengkung yang berdiri diatas balok. Bagian desain teras dan jendela lengkung seperti pada kerajaan Islam Spanyol pada abad pertengahan. Untuk Kubah Masjid mengikuti model Turki yaitu bentuk oktagonnya pecah. Kubah utama dikelilingi oleh empat kubah pendukung lainnya di bagian teras dengan ukuran yang lebih kecil.

Pada bagian dalam masjid terdapat delapan pillar utama engan diameter 0,6 m tujuannya utuk menopang kubah utama pada bagian tengah Masjid. Mihrab Masjid terbuatd ari marmer dan menara Masjid dengan hiasan memadukan antara Mesir, Iran dan Arab.

Renovasi Masjid Raya Al Mashun

Masjid Raya Al Mashun sudah mengalami beberapa kali proses perbaikan dan renovasi, yaitu terjadi pada tahun 1927, 1966 dan 2017. Menurut mantan Walikota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, MSi, “Hal ini dilakukan agar seluruh jemaah yang melaksanakan shalat di Masjid Al Mashun ini merasa lebih tenang dan nyaman. Dengan demikian shalat yang dilaksanakan dapat lebih khusyuk lagi. Semoga dengan renovasi yang dilakukan ini, semakin banyak lagi jemaah yang memakmurkan masjid ini”.

Fakta Menarik Masjid Raya Al Mashun

  1. Dibangun tahun 1906 dan selesai 1909
  2. Bergaya Arsitektur Eropa dan Asia
  3. Arsitek dari Belanda
  4. Menyimpan Al Quran yang berusia ratusan tahun
  5. Menjadi Icon Kota Medan
  6. Memilki tradisi unik setiap bulan suci Ramadhan (Bubur Sop Anyang)

Paket Wisata Masjid Raya Al Mashun

Tour Medan merupakan travel spesialis wisata Sumatera Utara seperti City Tour Medan (Masjid Raya Al Mashun, Istana Maimun, Penangkaran  Buaya Asam Kumbang, Rumah Tjong A Fie, Kesawan Street, dll) wisata Danau Toba, Berastagi, Tangkahan dan Bukit Lawang.

Paket City Tour Medan one day trip Masjid Al Mashun, Istana Maimun, Bika Ambon Zulaika, Bolu Meranti, Napoleon, Sirup Norlen, kawasan Kota tua Medan dan wisata lainnya mulai dari Rp 200.000/Pax.

Kunjungi Situs : https://tourmedan.com

 

tour medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *